
Palangka Raya – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan dakwah dan pengabdian masyarakat melalui program Muballigh Ramadan 1447 H. Empat mahasiswa FAI UMPR diterjunkan ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah untuk mengisi kegiatan keagamaan selama bulan suci.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah Muhammad Hartono, Gilang Viko Perdana, dan Masrul Amrullah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Akhmal Raihan dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Dalam penugasannya, para mahasiswa ditempatkan di tiga kabupaten berbeda. Muhammad Hartono menjalankan amanah dakwah di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Gilang Viko Perdana ditempatkan di Turan Amis, Kabupaten Barito Timur. Sementara itu, Masrul Amrullah bersama Akhmal Raihan bertugas di Sampit, Kotawaringin Timur.
Selama Ramadan, para muballigh mahasiswa ini mengisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti menjadi imam salat tarawih, menyampaikan kultum dan ceramah Ramadan, mengajar baca tulis Al-Qur’an, membina kegiatan remaja masjid, membantu PDM setempat hingga mengisi kegiatan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat syiar Islam sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan keagamaan masyarakat di daerah.
Program Muballigh Ramadan 1447 H ini merupakan bentuk sinergi antara Fakultas Agama Islam UMPR dan DPD IMM Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian mahasiswa, tetapi juga sarana penguatan kompetensi calon pendidik dan dai muda dalam menghadapi dinamika sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Tengah, Aris Pratama Gunawan, S.H., M.Pd. menegaskan bahwa program ini dinamakan Dai Muda Penggerak Desa/Masjid.
“Ramadan tahun ini, DPD IMM Kalimantan Tengah melalui Korps Muballigh Mahasiswa Muhammadiyah Daerah (KM3Da) IMM Kalteng kembali menerjunkan kader-kader muballigh terbaik kami. Program ini kami beri nama Dai Muda Penggerak Desa/Masjid, kami gerakkan kader, kami hidupkan masjid, dan kami berdayakan masyarakat desa secara langsung,” tegasnya.
Dekan FAI UMPR, Dr. Hj. Hunainah, Lc., M.A., menegaskan komitmennya terhadap penguatan pengabdian mahasiswa melalui program ini.
“Kami menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, kami mendorong pengabdian kepada masyarakat, kami buka ruang praktik nyata bagi mahasiswa untuk mereka mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. Melalui program ini, kami ingin mahasiswa menguatkan kompetensi keislaman, kepemimpinan, serta komunikasi dakwah secara langsung di tengah masyarakat,” tegasnya.
Muhammad Hartono menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan bahwa dirinya dipercaya dan diberangkatkan sebagai mubaligh dalam program Mubaligh Hijrah, amanah diterima, tanggung jawab diemban, komitmen diteguhkan.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Amanah ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, saya siap mengabdi, saya siap menjaga nama baik Ikatan, dan saya siap menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan serta memberdayakan masyarakat. Semoga pengabdian ini menjadi ladang amal dan memberi manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FAI UMPR berharap para mahasiswa tidak hanya menjadi muballigh selama Ramadan, tetapi juga tumbuh sebagai kader persyarikatan dan pendidik yang memiliki integritas, keilmuan yang kuat, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Sinergi antara FAI UMPR dan DPD IMM Kalimantan Tengah ini diharapkan terus berlanjut pada program-program strategis lainnya, demi mencetak generasi intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan daerah Kalimantan Tengah.

