Hadirkan Program DUTA Qurani, FAI UMPR Jawab atas Tantangan Literasi Al-Qur’an Calon Guru PAI

Palangka Raya — Data yang menyebutkan bahwa 58,26 persen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD belum fasih membaca Al-Qur’an menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi penyelenggara program studi keagamaan. Menyikapi realitas tersebut, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) mengambil langkah konkret melalui pelaksanaan program DUTA Qurani yang dilaksanakan secara rutin setiap semester.

Program DUTA Qurani merupakan inisiatif pembinaan literasi Al-Qur’an di lingkungan kampus yang melibatkan mahasiswa pilihan hasil seleksi. Mahasiswa yang terpilih ini dibina secara khusus, kemudian diberi amanah untuk membimbing rekan-rekan mahasiswa lain yang masih kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an.

Dekan FAI UMPR Dr. Hj. Hunainah, Lc., M.A. menyampaikan bahwa persoalan literasi Al-Qur’an pada calon guru PAI bukanlah hal yang bisa diabaikan, karena menyangkut kompetensi dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap pendidik agama.

“Ketika sekolah meluluskan calon mahasiswa PAI yang belum tuntas literasi Al-Qur’an, maka perguruan tinggi pada akhirnya hanya menerima konsekuensi dari kegagalan sebelumnya. Karena itu, FAI UMPR merasa perlu menghadirkan solusi nyata melalui pembinaan internal yang terstruktur,” ungkapnya.

Pengalaman di lapangan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi pada mahasiswa baru. Bahkan pada jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG), masih ditemukan peserta yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Hal ini semakin menguatkan pentingnya pembinaan literasi Al-Qur’an sejak dini di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui program DUTA Qurani, FAI UMPR tidak hanya berupaya memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa, tetapi juga menanamkan budaya mengaji, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral sebagai calon pendidik agama. Pembinaan dilakukan secara bertahap, terjadwal, dan didampingi oleh mahasiswa pembimbing yang memiliki kompetensi baik dalam tilawah.

Program ini menjadi bagian dari komitmen FAI UMPR dalam menjaga kualitas lulusan, khususnya pada aspek kompetensi keislaman yang menjadi fondasi utama bagi mahasiswa PAI dan PGMI. Dengan adanya DUTA Qurani, diharapkan setiap mahasiswa FAI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam literasi Al-Qur’an sebagai identitas utama calon pendidik Islam.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa FAI UMPR tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi menghadirkan solusi nyata untuk memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar siap menjadi guru agama yang kompeten, berkarakter, dan fasih membaca Kalamullah.