

Palangka Raya, 18 Agustus 2026 | Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) turut memperkuat sinergi pendidikan keislaman dan pendidikan tinggi melalui kehadiran Dekan FAI UMPR, Dr. Hj. Hunainah, Lc., M.A., dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Ma’had Asy-Syafi’i semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Masjid Ma’had Asy-Syafi’i. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh mahasiswa baru Ma’had Asy-Syafi’i. Kehadiran Dekan FAI UMPR merupakan bagian dari undangan resmi Ma’had Asy-Syafi’i dalam rangka memberikan sambutan kepada mahasiswa baru sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara Ma’had Asy-Syafi’i dan FAI UMPR. Surat undangan kegiatan tersebut ditandatangani oleh Administrator Ma’had Asy-Syafi’i, Suyono, S.H.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak UMPR dan sambutan Mudir Ma’had. Setelah sesi foto bersama dan istirahat, peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh Ustadz Amanto, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Ma’had oleh Mudir, penyampaian dari Koordinator Qism, serta pembagian hadiah dan foto bersama sebagai penutup rangkaian orientasi.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Hunainah, Lc., M.A. menyampaikan bahwa keberadaan Ma’had Asy-Syafi’i menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan ilmu agama, bahasa Arab, pembentukan karakter, dan pembiasaan kehidupan Islami.
Dekan FAI juga memberikan informasi penting kepada mahasiswa Ma’had Asy-Syafi’i bahwa pendidikan di Ma’had dan pendidikan tinggi di FAI UMPR dapat ditempuh secara bersamaan.
Men>urutnya, mahasiswa Ma’had tidak harus menunggu menyelesaikan seluruh pendidikan di Ma’had terlebih dahulu untuk kemudian melanjutkan kuliah di FAI UMPR. Keduanya dapat dijalankan secara beriringan sesuai dengan ketentuan dan program pendidikan yang berlaku.
“Mahasiswa Ma’had bisa sambil kuliah di FAI. Jadi tidak harus menunggu lulus dari Ma’had terlebih dahulu. Pendidikan di Ma’had dan perkuliahan di FAI dapat berjalan berbarengan,” demikian pesan Dekan FAI dalam kegiatan tersebut.
Peluang ini menjadi salah satu bentuk sinergi pendidikan yang diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi keislaman sekaligus memperoleh pendidikan akademik di perguruan tinggi.
Dengan mengikuti pendidikan di Ma’had dan perkuliahan di FAI secara beriringan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik, wawasan keislaman, bahasa Arab, serta karakter dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan di tengah masyarakat.
Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Ma’had Asy-Syafi’i ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan lingkungan, program, serta sistem pembinaan Ma’had kepada mahasiswa baru. Kehadiran pihak FAI UMPR diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan pembinaan keislaman dengan pendidikan akademik.
Melalui sinergi tersebut, FAI UMPR terus membuka ruang kolaborasi dalam mendukung lahirnya generasi mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik, wawasan keislaman, serta karakter yang kuat.
FAI UMPR. Unggul dalam Ilmu, Kokoh dalam Nilai.
